Tampilkan postingan dengan label artikel perpustakaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel perpustakaan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Desember 2018

MENGENAL MEDIA GRAFIS DALAM PERPUSTAKAAN

MEDIA GRAFIS
Media grafis termasuk kategori media visual, yaitu suatu media yang berfungsi sebagai alat penyimpan dan penyalur pesan yang dituangkan dalam bentuk lambang atau simbol komunikasi visual.
Jenis jenis media grafis berdasarkan bentuk-bentukya:
a. Media grafik (graph)
Adalah gambar sederhana yang menggunakan titik-titik, garis atau gambar. Media grafik berfungsi untuk menggambarkan data kuantitatif secara teliti. Media grafik dapat berupa tabel, diagram, bagan dan lain-lain.
Ketentuan umum pembuatan grafik:
a. Judul grafik: judul terletak di atas tengah gambar atau grafik dan menggambarkan ciri data tersebut ( what, where, dan when)
b. Garis horizontal maupun garis vertikal sebagai koordinat harus di atas agar garis kurva tampak jelas
c. Skala harus ada dan jelas mis (tahun, hari, kg, celcius)
b. Diagram
Susunan garis-garis yang menyerupai peta. Sebagai suatu gambar sederhana yang menggunakan garis-garis dan simbol-simbol, diagram atau skema menggambarkan struktur dari obyek secara garis besar, menunjukkan hubungan yang ada antara komponenya atau sifat-sifat proses dari suatu obyek.
Contoh: diagram ruang kelas, pada saat membeli pesawat radio biasanya disertai dengan diagram yang menjelaskan secara garis besar cara kerja radio itu.
Karakteristik suatu diagram:
1. Bersifat simbolik abstrak yang sulit dimengerti
2. Untuk membaca diagram, seseorang harus mempunyai latar belakang ilmu tertentu
3. Diagram dapat memperjelas arti
c. Bagan (chart)
Media grafis yang penyajianya secara diagramatik dengan menggunakan simbol-simbol atau lambang-lambang.
Jenis jenis bagan:
1. Bagan bertahap
· Bagan lipat atau balik (flip chart)=bagan dapat dilipat
· Bagan tertutup atau hidden chart
2. Bagan penuh
· Bagan pohon
· Bagan alur
· Bagan garis waktu
· Bagan arus
d. Grafik
Grafik merupakan bagian dari bagan, grafik menyajikan informasi dengan titik-titik, garis, atau gambar. Berbeda dengan bagan, grafik disusun berdasarkan prinsip matematika.
Jenis jenis:
· Grafik batang
· Grafik lingkaran
· Grafik bergambar misalnya gambar manusia
e. Tabel
Jenis-jenis:
a. Tabel umum:
Manfaat:
· Menyajikan data aslinya sehingga dapat menjadi rujukan tabel khusus
· Menjadi sumber keterangan untuk data asli
· Sebagai penyusun tabel khusus
b. Tabel khusus
Merupakan penjabaran dari tabel umum. Gunanya untuk menggambarkan adanya hubungan atau asosiasi khusus dan menyajikan data yang terpilih dalam bentuk sederhana.
Macam-macam:
a. Tabel univariate
Menggambarkan penyajian data untuk satu variabel atau objek saja.
b. Tabel bivariate
Tabel yang menyajikan data dari dua atau lebih suatu objek atau variabel secara silang.

 JENIS MEDIA GRAFIS LAIN

Gambar representasi yaitu suatu gambar yang menyajikan visualisasi dari suatu objek atau benda yang dapat dilakukan dengan menggunakan teknik fotografi, gambar dan lukisan.
A. Foto, Gambar, Dan Lukisan
Manfaat:
· Bagian dari seni dekoratif artistik yang menghiasi ruang perpustakaan
· Fungsi informatif atau menyajikan informasi tertentu kepada pemustaka
Keuntungan :
· Bersifat konkret dan lebih realistis
· Mengatasi batasan ruang dan waktu
· Memperjelas suatu masalah
· Relatif murah dan mudah

Teknik pembuatan
Salah satu teknik pembuatanya adalah photography, yakni proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu objek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai objek tersebut pada media peka cahaya

Alat yang diperlukan
· Pocket/compact: kamera saku menggunakan film format 35mm
· Rangefinder: kamera pencari jarak, format 35 mm
· SLR (single lens reflex): kamera lensa tunggal, disebut juga kamera sistem, format 35 mm
· TLR (twin lens reflex): kamera lensa ganda
· Viewfinder, format medium
Jenis film kamera
· Film B/W, filmm negatif hitam putih
· Film negatif warna, sering kita pakai
· Film positif, biasa disebyt slide

Format film

a. APS, advanced photography syistem, format film 16 x 24 mm
b. Format 135. Dikenal juga dengan film 35 mm, ini paling populer
c. Medium format, format sedang
d. Large format, format besar

Jenis kamera digital
a. Consumer, memiliki mode manual dan paling mudah
b. Prosumer, SLR -like, lensa tidak dapat diganti
c. DSLR, digital-SLR

Mendokumentasikan foto analog menjadi digital
Hasil pemindahan foto dari analog ke digital dikenal dengan analog hybrid. Hasil pemotretan dahulu yang menggunakan klise di scan menjadi bentuk digital
B. Peta, Atlas, Dan Globe
Sejarah peta
· Ilmu yang mempelajari peta disebut kartografi
· Peta dibuat pertama kali oleh GERARDUS MERCATOR (1512-1594)
Unsur-unsur peta
· Judul
· Skala
· Lambang
· Garis pinggir
· Arah mata angin
Jenis-jenis peta
a. Peta umum
Peta yang menggambarkan kenampakan umum
Macam-macam:
1. Peta dunia: peta yang menggambarkan bentuk dan letak wilayah setiap negara di dunia.
2. Peta korografi: peta yang menggambarkan seluruh atau sebagian permukaan bumi yang bersekala kecil yakni 1:250.000 s/d 1:1.000.000. peta korografi menggambarkan seluruh penampakan alam di daerah tersebut.
3. Peta topografi: peta yang menggambarkan permukaan bumi dan reliefnya/ketinggian tempatnya.
b. Peta tematik/peta khusus
Peta yang menggambarkan satu atau beberapa aspek saja dari gejala permukaan bumi

Jenis peta berdasarkan skala:
1. Peta kadaster: skalanya 1:5000 s/d 1:100
2. Peta skala besar: 1:250.000
3. Peta skala menengah: 1:500.000
4. Peta skala kecil: 1:1.000.000

C. Poster
Poster adalah media grafis yang menghubungkan antara gambar dan tulisan yang digunakan untuk menyampaikan satu atau lebih ide pokok.
· Teknik membuat poster disebut litografi
· Litografi: seni mencetak tinta pada rangkaian lempengan atau pahatan batu
· Ditemukan oleh Alois Snefelder tahun 1789 di Austria

PENDIDIKAN LITERASI INFORMASI OLEH PUSTAKAWAN SEBAGAI PENANGKAL INFORMASI HOAX

Dalam kehidupan yang serba modern, informasi menjadi kebutuhan vital bagi kehidupan manusia. Informasi dibutuhkan untuk menunjang kegiatan sehari-hari, baik itu dalam bidang ekonomi, politik, sosial maupun pendidikan. Masyarakat membutuhkan informasi untuk menunjang pergerakanya. Oleh karena itu dibutuhkan suatu sarana guna menunjang percepatan pergerakan informasi. Beriringan dengan perkembangan teknologi, kini informasi sudah mulai terkoneksi satu sama lain melalui digitaliasi informasi secara online.
Digitalisasi kehidupan manusia juga secara bertahap akan merubah kehidupan masyarakat, yang bermula  society menjadi knowledge society (Klaus Schwab, 2015). Perubahan paradigma sosial ini didorong oleh semakin terintegrasinya sistem teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ke dalam masyarakat secara seamless dan realtime. Teknologi membuat masyarakat mengandalkan media sosial sebagai tempat mendapatkan informasi. Saat ini, media sosial telah menjadi platform pelaporan dan sumber berita utama bagi masyarakat.
Penyebaran informasi melalui media sosial berkembang sangat masif. Realita yang terjadi, informasi apapun cepat menjadi viral dalam sekejap saja. Fenomena ini berimplikasi pada mudahnya mempercayai informasi yang diperoleh dari sumber yang belum tentu benar  untuk kemudian disebar kepada yang lainnya. Meskipun bisa jadi informasi tersebut merupakan berita hoax. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ‘hoaks’ adalah ‘berita bohong.’ Dalam Oxford English dictionary, ‘hoax’ didefinisikan sebagai ‘malicious deception’ atau ‘kebohongan yang dibuat dengan tujuan jahat’.
Rendahnya budaya literasi atau membaca buku menjadi salah satu penyumbang penyebaran berita yang menyesatkan dan tidak sesuai fakta (hoax). Berdasarkan data Perpustakaan Nasional tahun 2017, frekuensi membaca orang Indonesia rata-rata hanya tiga sampai empat kali per minggu. Sementara jumlah buku yang dibaca rata-rata hanya lima hingga sembilan buku per tahun. Rendahnya tingkat literasi ini membuat masyarakatnya masih awam dalam memilah berita yang sesuai fakta maupun berita yang menyesatkan sehingga mudah terpengaruh oleh berita hoax.
Penyebaran berita hoax menjadi tantangan tersendiri bagi pustakawan, pustakawan merupakan bagian tidak terpisahkan dari sikap profesionalisme dan sikap sosial untuk membimbing manusia dalam proses belajar sepanjang hayat. Melalui perpustakaan, pustakawan dapat memberikan pendidikan dasar literasi informasi kepada pengguna. Menurut Dictionary of Library and Information Science, literasi informasi adalah kemampuan dalam menemukan informasi yang dibutuhkan, termasuk pemahaman bahan perpustakaan diatur, akrab dengan sumber yang tersedia (termasuk format informasi dan alat penelusuran otomatis) dan ilmu pengetahuan dari teknik yang biasanya digunkan.
Literasi informasi merupakan kemampuan seorang manusia yang akan menyelamatkan individu dari sesatnya hoax. Melalui literasi informasi, masyarakat akan dilatih untuk membaca dan mengkonfirmasi apakah berita yang dibaca memang benar ataukah merupakan berita hoax. Perpustakaan memberikan dasar literasi informasi kepada pengguna melalui berbagai media dan sumber daya yang dimilikinya. Pustakawan dituntut lebih aktif menyediakan informasi yang benar dan bermutu melalui literasi informasi. Pustakawan juga harus mampu menganalisis berita yang termasuk hoax atau tidak, disertai dengan bukti yang menguatkannya.
Salah satu gerbang untuk menggerakkan pendidikan literasi informasi adalah dunia Pendidikan. Sekolah adalah salah satu wadah untuk menempa pemahaman dan mental dalam memerangi berita hoax. Melalui pendidikan literasi informasi di perpustakaan sekolah, siswa akan dibimbing bagaimana menemukan informasi yang sebenarnya

SERBA KEPO APLIKASI SLIMS SENAYAN

Tampilan beranda aplikasi slims akasia 8.3.1               Senayan library manajemen system atau yang kerab kita sebut SliMS adalah seb...